Welcome to my way

A peaceful heart makes a beautiful life..

Life is beautiful, but Love more at beautifullllllllllllllllllllll.. ^_^'

Jumat, 19 Agustus 2011

Jalan Cinta II

"Mencintai sese0rang bukan hal yang mudah. Bagi saya, mencintai 0rang merupakan pr0ses yang panjang dan melelahkan"

Lelah ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani..
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku n0rmal meski semuanya menjadi abn0rmal..
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun..
Lelah ketika imajinasi menjadi liar 0leh khayalan yang terlalu tinggi..
Lelah ketika pikiran menjadi galau 0leh harapan yang tidak pasti..
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar?"..
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan..
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari sekelumit kesempatan menyentuh atau membauinya..
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah m0ment..
Diam untuk mencatat segala yang terjadi..
Diam untuk memberi kesempatan 0tak kembali dalam keadaan n0rmal..
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil..
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya
"apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah k0nsekuensi dari rasa yang harus dipendam..
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pes0na tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang terasa, lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan p0la pikir yang lebih l0gis..

Galau ketika mata terus mer0nta untuk sebuah sekelibat pandangan..
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan masih terbuka..
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan..
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup..
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi..
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi..
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak b0d0h..

Apakah mencintai sese0rang senantiasa membuat 0rang b0d0h? Tentu tidak.
Namun Keb0d0han itu pula yang saya rasakan selama hampir 6 bulan sejak Mei-Desember 2010..
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang terasakan, ada rasa syukur berkat nikmat dari Yang Maha Kuasa atas apa yang saya alami..

Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai sese0rang..
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada yg benar (diam)..
Syukur untuk sebuah pikiran abn0rmal namun tetap bertingkah n0rmal..
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung..
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa..
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku hanya inginkan kamu, satu"..
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai..
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dalam sebaris ucapan "aku baik-baik saja"..
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam..

Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris d0a menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui d0a, jauh akan menjadi lebih bermakna dihadapan Tuhan, karena saya diteguhkan sebagai "penghias hati yg sempurna" meski segala rasa perih senantiasa ada didalam diri.
Dalam d0a semuanya kita kembalikan kepada Sang Maha Cinta, Sang Pemilik Hidup..

Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari..
Bahwa saya juga punya keb0d0han yang kadang susah untuk diterima akal sehat..
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima, Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki, Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Sem0ga bisa.

Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan. Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN Abadi.

Diatas Sajadah aku Mencintai-MU..
Innallaha Ma'anna..

241210

1 komentar: