Untuk yang kesekian kalinya tak mampu ku ucap Taqabbalallahu minna wa minkum dengan tegas, terbatah-batah seakan berat mengucap maaf kepadamu...
Ibu, Ayah...entahlah..!!
ada sebaris bagian masa lalu yang tak mampu ku ceritakan kepadamu...duniaku pernah hitam Yah, Bu...sehitam manusia tak bermoral yang pernah kalian ceritakan padaku saat masih kecil, yang pernah kalian larang...aku ingat betul saat Ayah menempelengku, terjatuh dan bangkit kemudian Ayah menempelengku lagi...maafkan aku Ayah...
Ibu betapa sakitnya dirimu dengan kekecewaan yang pernah ku lakukan, sengaja aku tak memberitahumu agar Ibu tidak khawatir, apalagi sampai meneteskan airmata...maafkan aku Ibu...
Ayah, Ibu...entahlah..!!
Setiap kali mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum tak mampu ku pandang wajahmu...aku takut tak kuasa membendung airmata jatuh karena dosa-dosa yang pernah ku perbuat hingga membuat kalian kecewa...mungkin di hatimu saat ini tak lagi kalian simpan rasa itu, bagimu aku tetaplah anakmu yang kau sayang dan juga kau cinta....
tapi aku takut Ibu, Ayah...
takut apa yang pernah ku lakukan tak terhapus oleh kata maaf, karena begitu besarnya salah dan dosa...
takut apa yang pernah ku lakukan tak terhapus oleh airmata, karena belum bisa menjadi seperti yang kau pinta...
Ibu, Ayah...bolehkah aku memeluk kalian lagi dengan tangis haru seperti saat itu...
Ibu, Ayah...bolehkan aku mencium telapak kakimu seperti yang pernah Ayah lakukan padaku...
Ibu, Ayah...
semoga Allah selalu memberikan tempat terbaik untuk kalian...
Jika kau tanya aku tentang Bahagia yang utuh.. ".......Adalah melawan ketakberdayaan, selebihnya dirimu-lah yang melengkapi keutuhannya..."
Welcome to my way
A peaceful heart makes a beautiful life..
Life is beautiful, but Love more at beautifullllllllllllllllllllll.. ^_^'
Selasa, 30 Agustus 2011
Sabtu, 27 Agustus 2011
Dibalik Hikmah Legi & Kliwon
Suatu ketika di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) ada dua penghuni yang bernama Legi & Kliwon beserta satu Sipir Penjaga bernama bu Shasa. Sejak menjadi penghuni RSJ, Legi & Kliwon keduanya sudah menjadi sahabat yang akrab selalu bermain bersama, dimana ada Legi disitulah ada Kliwon begitu juga sebaliknya. Saking akrabnya bahkan keduanya ditempatkan satu kamar nomer 706. Hingga pada suatu hari bu Shasa melihat keakraban mereka terjadi dan meyakini bahwa si Kliwon telah sembuh, iya saat itu Kliwon telah menolong Legi yang telah bermain di Kolam renang dan hampir saja tenggelam, tanpa pikir panjang bu Shasa langsung memanggil Kliwon untuk segera dibebaskan.
“Kliwon sini kamu, silahkan duduk” kata bu Shasa.
Dengan santainya Kliwon menuruti perintah bu Shasa dan langsung duduk dikursi tepat didepannya “iya bu, ada apa, ada yg bisa Kliwon bantu?!” timpalnya.
“Begini Kliwon, tadi Ibu melihat kamu menolong Legi yg hampir saja mati tenggelam ketika bermain di Kolam depan, sepertinya kondisi sosialmu sudah muncul, itu berarti keadaanmu jiwamu sudah semakin membaik” kata bu Shasa dengan bangga.
Tak lama kemudian Kliwon langsung sumringah melihat senyum dari bu Shasa, dengan semangat Kliwon menjawab “yaiya dong bu, Kliwon kan teman yang baik, sekarang Legi sudah Kliwon Jemur dengan tali dikamar”.
Bu Shasa mengernyitkan dahi dan sedikit heran dengan pernyataan Kliwon “maksudnya gimana Kliwon?!”.
“kan tadi Legi basah kuyub, jadi Legi Kliwon gantung pake tali di kamar biar cepat kering, kalau diluar kan kasian kena panas matahari”.
“huaaargghhhhhhhh…” tanpa pikir panjang bu Shasa langsung berlari ke kamar 706, dan melihat Legi sudah mati tergantung dengan ikatan tali dilehernya…
Akhirnya bu Shasa pun menjadi gila akibat salah tafsir dari sudut pandang yang telah ia yakini kebenarannya. Hahaa..
Dibalik cerita ini ada pesan yang ingin saya sampaikan, janganlah anda menilai (melihat dengan sudut pandang) hanya sekilas saja pada diri sesorang, ada banyak hal yang perlu anda perhatikan sebelum anda terpesona apalagi langsung men-juctice baik/buruk tingkahlaku seseorang. LIHATLAH SEJARAHNYA.
Oleh karena itu Janganlah anda menjadi Legi, Kliwon atau Bu Shasa seperti dalam cerita ini..wkwkwkwkkk..
NB: M0h0n maaf jika ada kesamaan nama, tempat atau jalan cerita, tulisan ini dimuat semata-mata untuk menghibur dan diambil hikmahnya saja.... ^_^'
NB: M0h0n maaf jika ada kesamaan nama, tempat atau jalan cerita, tulisan ini dimuat semata-mata untuk menghibur dan diambil hikmahnya saja.... ^_^'
Jumat, 19 Agustus 2011
Jalan Cinta II
"Mencintai sese0rang bukan hal yang mudah. Bagi saya, mencintai 0rang merupakan pr0ses yang panjang dan melelahkan"
Lelah ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani..
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku n0rmal meski semuanya menjadi abn0rmal..
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun..
Lelah ketika imajinasi menjadi liar 0leh khayalan yang terlalu tinggi..
Lelah ketika pikiran menjadi galau 0leh harapan yang tidak pasti..
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar?"..
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan..
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari sekelumit kesempatan menyentuh atau membauinya..
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah m0ment..
Diam untuk mencatat segala yang terjadi..
Diam untuk memberi kesempatan 0tak kembali dalam keadaan n0rmal..
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil..
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya
"apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah k0nsekuensi dari rasa yang harus dipendam..
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pes0na tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang terasa, lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan p0la pikir yang lebih l0gis..
Galau ketika mata terus mer0nta untuk sebuah sekelibat pandangan..
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan masih terbuka..
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan..
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup..
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi..
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi..
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak b0d0h..
Apakah mencintai sese0rang senantiasa membuat 0rang b0d0h? Tentu tidak.
Namun Keb0d0han itu pula yang saya rasakan selama hampir 6 bulan sejak Mei-Desember 2010..
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang terasakan, ada rasa syukur berkat nikmat dari Yang Maha Kuasa atas apa yang saya alami..
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai sese0rang..
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada yg benar (diam)..
Syukur untuk sebuah pikiran abn0rmal namun tetap bertingkah n0rmal..
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung..
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa..
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku hanya inginkan kamu, satu"..
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai..
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dalam sebaris ucapan "aku baik-baik saja"..
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam..
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris d0a menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui d0a, jauh akan menjadi lebih bermakna dihadapan Tuhan, karena saya diteguhkan sebagai "penghias hati yg sempurna" meski segala rasa perih senantiasa ada didalam diri.
Dalam d0a semuanya kita kembalikan kepada Sang Maha Cinta, Sang Pemilik Hidup..
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari..
Bahwa saya juga punya keb0d0han yang kadang susah untuk diterima akal sehat..
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima, Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki, Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Sem0ga bisa.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan. Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN Abadi.
Diatas Sajadah aku Mencintai-MU..
Innallaha Ma'anna..
241210
Lelah ketika dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani..
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku n0rmal meski semuanya menjadi abn0rmal..
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun..
Lelah ketika imajinasi menjadi liar 0leh khayalan yang terlalu tinggi..
Lelah ketika pikiran menjadi galau 0leh harapan yang tidak pasti..
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar?"..
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan..
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari sekelumit kesempatan menyentuh atau membauinya..
Lelah dan lelah dan lelah..
Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih..
Diam menunggu sang waktu memberi sebuah m0ment..
Diam untuk mencatat segala yang terjadi..
Diam untuk memberi kesempatan 0tak kembali dalam keadaan n0rmal..
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil..
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya
"apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah k0nsekuensi dari rasa yang harus dipendam..
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah..
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pes0na tetap mengalir..
Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang terasa, lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan p0la pikir yang lebih l0gis..
Galau ketika mata terus mer0nta untuk sebuah sekelibat pandangan..
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan masih terbuka..
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan..
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup..
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi..
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi..
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak b0d0h..
Apakah mencintai sese0rang senantiasa membuat 0rang b0d0h? Tentu tidak.
Namun Keb0d0han itu pula yang saya rasakan selama hampir 6 bulan sejak Mei-Desember 2010..
Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang terasakan, ada rasa syukur berkat nikmat dari Yang Maha Kuasa atas apa yang saya alami..
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai sese0rang..
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada yg benar (diam)..
Syukur untuk sebuah pikiran abn0rmal namun tetap bertingkah n0rmal..
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung..
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa..
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku hanya inginkan kamu, satu"..
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai..
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dalam sebaris ucapan "aku baik-baik saja"..
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam..
Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris d0a menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui d0a, jauh akan menjadi lebih bermakna dihadapan Tuhan, karena saya diteguhkan sebagai "penghias hati yg sempurna" meski segala rasa perih senantiasa ada didalam diri.
Dalam d0a semuanya kita kembalikan kepada Sang Maha Cinta, Sang Pemilik Hidup..
Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super..
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari..
Bahwa saya juga punya keb0d0han yang kadang susah untuk diterima akal sehat..
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai..
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa..
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar..
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup..
Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima, Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki, Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Sem0ga bisa.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan. Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN Abadi.
Diatas Sajadah aku Mencintai-MU..
Innallaha Ma'anna..
241210
Minggu, 14 Agustus 2011
Jalan Cinta III
Aku memang tak pandai..
tak Kaya..
tak juga dari kalangan Berada..
Tapi aku punya Iman..
Akhlak..
Dan semua tempaan kesabaran yang Tuhan ajarkan lewat segala keterbatasan..
Aku meniti jalan keimanan sendirian..
Tanpa bimbingan..
Tanpa keraguan..
Aku akan datang padanya..
Yang tanpa ragu ku jemput di rumahnya..
Untuk menyampaikan keinginku pada 0rangtuanya..
"...Aku pinang gadis berdarah hikmah yg tak lain adalah putri mu.."
Mengenalnya..
Aku membuka dua mata..
Dan saat aku sudah memilihnya..
Kan ku jalani semua dengan menutup satu mata..
tak Kaya..
tak juga dari kalangan Berada..
Tapi aku punya Iman..
Akhlak..
Dan semua tempaan kesabaran yang Tuhan ajarkan lewat segala keterbatasan..
Aku meniti jalan keimanan sendirian..
Tanpa bimbingan..
Tanpa keraguan..
Aku akan datang padanya..
Yang tanpa ragu ku jemput di rumahnya..
Untuk menyampaikan keinginku pada 0rangtuanya..
"...Aku pinang gadis berdarah hikmah yg tak lain adalah putri mu.."
Mengenalnya..
Aku membuka dua mata..
Dan saat aku sudah memilihnya..
Kan ku jalani semua dengan menutup satu mata..
Selasa, 09 Agustus 2011
Akhir Tahun 2011 (nanti)
Teringat kata-kata Pejuang IMM UM IMMawan Tohirin Hasan "yakinlah, rinduku padanya tak kan pernah padam. Ia yang telah melahirkan, membesarkan dan membentur-benturkanku dengan realitas sosial yang tidak selalu mulus. Bersamanya keyakinanku tumbuh, hingga keraguan seolah telah lama mati dalam diriku. Walau tak sereligius yang ia harap, setidaknya kini aku dapat menjumpai Tuhanku dengan cara yang khas. Meski tak sehumanis yang ia impikan, setidaknya kini aku dapat sedikit berpihak pada mereka yang dipinggirkan. Meski tak seintelek yang ia damba, setidaknya kini aku masih betah belajar hingga larut malam. Akhirul kalam. meski tak mampu membuatnya bangga secara sempurna, mudah-mudahan ia tak menyesal melahrikanku. Apapun, aku bangga jadi anaknya. Aku bangga jadi anak IMM!!!"
Mungkin kata-kata inilah yang akan menjadi mutiara indah yang terpatri dalam hati ketika aku tak berada didekat kalian lagi, entah tak tahu apa alasannya tubuh ini terasa bergetar membacanya, berjuta mem0ry seakan memacu aliran darahku masuk ke dalam sel-sel 0takku untuk merekam dan memutar kembali apa yang pernah terjadi. Begitu banyak kisah mewarnai, berjuta kenangan melingkupi. perihhhhhhh, tapi hidup ini pilihan, dan aku harus meninggalkan. Terimakasih, karena tak mampu lagi ku tulis, selain tetesan airmata penuh makna.
Iya, aku rindu....pasti rindu berjuang bersama kalian para Pejuang Merah Hati......!!
Mungkin kata-kata inilah yang akan menjadi mutiara indah yang terpatri dalam hati ketika aku tak berada didekat kalian lagi, entah tak tahu apa alasannya tubuh ini terasa bergetar membacanya, berjuta mem0ry seakan memacu aliran darahku masuk ke dalam sel-sel 0takku untuk merekam dan memutar kembali apa yang pernah terjadi. Begitu banyak kisah mewarnai, berjuta kenangan melingkupi. perihhhhhhh, tapi hidup ini pilihan, dan aku harus meninggalkan. Terimakasih, karena tak mampu lagi ku tulis, selain tetesan airmata penuh makna.
Iya, aku rindu....pasti rindu berjuang bersama kalian para Pejuang Merah Hati......!!
Langganan:
Postingan (Atom)